Ritme dan ketahanan kerja · Tes Kraepelin

Melihat konsistensi saat tugas sederhana dilakukan berulang.

Kraepelin meminta peserta menjumlahkan pasangan angka secara berulang. Perpindahan kolom yang otomatis membantu menggambarkan kecepatan, kestabilan, ketahanan, dan ketelitian pada sesi pengerjaan.

Manfaat tes

Apa yang dapat dipahami dari Kraepelin?

Setiap hasil menggambarkan performa atau kecenderungan pada sesi saat tes dikerjakan. Gunakan sebagai bahan refleksi, bukan label yang menentukan diri secara mutlak.

01

Kecepatan

Melihat jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada ritme waktu yang tetap.

02

Kestabilan dan ketahanan

Menggambarkan perubahan performa sepanjang rangkaian kolom.

03

Ketelitian

Merangkum proporsi jawaban tepat dan kesalahan selama pengerjaan.

Cara pengerjaan

Tiga langkah, dari instruksi sampai hasil.

Daftar atau masuk sebagai peserta, baca persetujuan dan instruksi, lalu kerjakan secara mandiri di tempat yang tenang dengan koneksi stabil.

01

Jumlahkan dua angka

Masukkan hanya angka satuan dari hasil penjumlahan pasangan yang tampil.

02

Ikuti perpindahan

Kolom berganti otomatis setiap 15 detik dan kolom yang lewat tidak dapat diulang.

03

Baca empat aspek

Setelah pembayaran, laporan menampilkan ringkasan serta empat aspek pola kerja.

Contoh bentuk laporan

Hasil dibuat agar mudah dibaca.

Laporan hasil tersedia di halaman riwayat dan dapat diunduh sebagai PDF setelah pembayaran sesi terverifikasi.

Pratinjau struktur. Angka dan batang di samping hanya ilustrasi tata letak, bukan hasil peserta maupun contoh diagnosis.
Contoh laporan
Tes Kraepelin
Bukan hasil nyata

Ringkasan pengerjaan

Jawaban benar
Jawaban salah
Pasangan terlewat
Rata-rata T-score
Kecepatan
Kestabilan
Ketahanan
Ketelitian

Biaya transparan

Kerjakan tes, bayar hanya saat membuka hasil.

Biaya Rp500 berlaku untuk membuka hasil satu sesi Kraepelin. Jika mengerjakan sesi baru, hasil baru memiliki pembayaran tersendiri. Pembayaran tersedia melalui QRIS dan status diperiksa otomatis.

Informasi penting: Hasil tes bersifat informatif dan edukatif, bukan diagnosis, pemeriksaan klinis, maupun pengganti konsultasi dengan psikolog.